right_side

Labels

Bookmark and Share

  • Mod by : Gheragas
  • In:

    In-team - Pemergianmu

    (Ya Rasulallah...)

    Kau masih tersenyum mengubat lara

    Selindung derita yang kau rasa

    Senyuman yang mententeramkan

    Setiap insan yang kebimbangan

    Hakikatnya, tak tertanggung lagi derita

    Di pangkuan isterimu Humaira?

    Menunggu saat ketikanya

    Diangkat rohmu bertemu Yang Esa

    Tangan dicelup di bejana air

    Kau sapu di muka mengurangkan pedih

    Beralun zikir menutur kasih

    Pada umat dan akhirat

    Dan tibalah waktu ajal bertamu

    Penuh ketenangan jiwamu berlalu

    Linangan air mata syahdu

    Iringi pemergianmu

    Oh sukarnya untuk umat menerima

    Bahkan payah untuk Umar mempercaya

    Tetapi iman merelakan jua

    Bahawa manusia ?kan mati akhirnya

    Tak terlafaz kata mengungkap hiba

    Gerhanalah seluruh semesta

    Walaupun kau telah tiada

    Bersemarak cintamu selamanya

    Ya Rasulallah

    Kau tinggalkan kami warisan yang abadi

    Dan bersaksilah sesungguhnya

    Kami merinduimu

    In:

    Nur Kasih

    Bagaikan permata di celahan kaca
    Kerdipnya sukar tuk dibezakan
    Kepada Mu Tuhan ku pasrah harapan
    Moga tak tersalah pilihan

    Nur kasih Mu mendamai di kalbu
    Jernih setulus tadahan doaku
    Rahmati daku dan permintaanku
    Untuk bertemu di dalam restu

    ( korus 1 )
    Kurniakan daku serikandi
    Penyejuk di mata penawar di hati
    Di dunia dialah penyeri
    Di syurga menanti dia bidadari

    ( korus 2 )
    Kekasih sejati teman yang berbudi
    Kasihnya bukan keterpaksaan
    Bukan jua kerana keduniaan/( dunia )
    Mekar hidup disiram nur kasih

    ( doa )
    Ya Allah kurniakanlah kami isteri
    Dan anak yang soleh
    Sebagai penyejuk mata

    ( ulang korus1 & korus 2 )
    (Mekar hidup ini disirami nur kasih)

    Di tangan-Mu Tuhanku sandar impian
    Penentu jodoh pertemuan
    Seandai dirinya tercipta untukku
    Rela ku menjadi miliknya

    ( ulang korus1 & korus 2 )
    (Mekar disiram nur kasih)

    In:

    Pergi Tak Kembali

    Setiap insan pastikan merasa
    Saat perpisahan terakhir
    Dunia yang fana akan ditinggalkan
    Hanya amalan yang akan dibawa

    Terdengar sayup surah dibaca
    Sayu alunan suara
    Cemas di dada lemah tak bermaya
    Terbuka hijap di depan mata

    Selamat tinggal pada semua
    Berpisah kita selamanya
    Kita tak sama nasib di sana
    Baiklah atau sebaliknya

    Amalan dan taqwa jadi bekalan
    Sejahtera, bahagia pulang...kesana

    Sekujur badan berselimut putih
    Rebah bersemadi sendiri
    Mengharap kasih anak dan isteri
    Apa mungkin pahala dikirim

    Terbaring sempit seluas pusara
    Soal bicara terus bermula
    Sesal dan insaf tak berguna lagi
    Hancurlah jasad dimamah bumi

    Berpisah sudah segalanya
    Yang tinggal hanyalah kanangan
    Diiringi doa dan air mata
    Yang pergi takkan kembali lagi

    Search This Blog