In-team - Pemergianmu
(Ya Rasulallah...)
Kau masih tersenyum mengubat lara
Selindung derita yang kau rasa
Senyuman yang mententeramkan
Setiap insan yang kebimbangan
Hakikatnya, tak tertanggung lagi derita
Di pangkuan isterimu Humaira?
Menunggu saat ketikanya
Diangkat rohmu bertemu Yang Esa
Tangan dicelup di bejana air
Kau sapu di muka mengurangkan pedih
Beralun zikir menutur kasih
Pada umat dan akhirat
Dan tibalah waktu ajal bertamu
Penuh ketenangan jiwamu berlalu
Linangan air mata syahdu
Iringi pemergianmu
Oh sukarnya untuk umat menerima
Bahkan payah untuk Umar mempercaya
Tetapi iman merelakan jua
Bahawa manusia ?kan mati akhirnya
Tak terlafaz kata mengungkap hiba
Gerhanalah seluruh semesta
Walaupun kau telah tiada
Bersemarak cintamu selamanya
Ya Rasulallah
Kau tinggalkan kami warisan yang abadi
Dan bersaksilah sesungguhnya
Kami merinduimu
Nur Kasih
Bagaikan permata di celahan kaca
Kerdipnya sukar tuk dibezakan
Kepada Mu Tuhan ku pasrah harapan
Moga tak tersalah pilihan
Nur kasih Mu mendamai di kalbu
Jernih setulus tadahan doaku
Rahmati daku dan permintaanku
Untuk bertemu di dalam restu
( korus 1 )
Kurniakan daku serikandi
Penyejuk di mata penawar di hati
Di dunia dialah penyeri
Di syurga menanti dia bidadari
( korus 2 )
Kekasih sejati teman yang berbudi
Kasihnya bukan keterpaksaan
Bukan jua kerana keduniaan/( dunia )
Mekar hidup disiram nur kasih
( doa )
Ya Allah kurniakanlah kami isteri
Dan anak yang soleh
Sebagai penyejuk mata
( ulang korus1 & korus 2 )
(Mekar hidup ini disirami nur kasih)
Di tangan-Mu Tuhanku sandar impian
Penentu jodoh pertemuan
Seandai dirinya tercipta untukku
Rela ku menjadi miliknya
( ulang korus1 & korus 2 )
(Mekar disiram nur kasih)
Pergi Tak Kembali
Setiap insan pastikan merasa
Saat perpisahan terakhir
Dunia yang fana akan ditinggalkan
Hanya amalan yang akan dibawa
Terdengar sayup surah dibaca
Sayu alunan suara
Cemas di dada lemah tak bermaya
Terbuka hijap di depan mata
Selamat tinggal pada semua
Berpisah kita selamanya
Kita tak sama nasib di sana
Baiklah atau sebaliknya
Amalan dan taqwa jadi bekalan
Sejahtera, bahagia pulang...kesana
Sekujur badan berselimut putih
Rebah bersemadi sendiri
Mengharap kasih anak dan isteri
Apa mungkin pahala dikirim
Terbaring sempit seluas pusara
Soal bicara terus bermula
Sesal dan insaf tak berguna lagi
Hancurlah jasad dimamah bumi
Berpisah sudah segalanya
Yang tinggal hanyalah kanangan
Diiringi doa dan air mata
Yang pergi takkan kembali lagi
